Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Lahir Dari Rahim Penelitian, Wajah Tangis Iklim Menyapa Kita

Siang yang lengang di depan pintu gerbang Benteng Rotterdam pada Sabtu, 20/6. Aroma laut berembus pelan dari barat. Saya melongok jam di hape, sisa 15 menit lagi tepat jam 12 siang. Setelah memarkir sepeda motor, saya menyeberang jalan untuk mengaso bakso. Seorang melambaikan tangan, ketika mendekat ia menawarkan jasa pengantaran ke Pulau Lae-Lae. Rupanya ia seorang pappalimbang (pengemudi perahu penyeberangan), tentu saya menampik karena tujuan bukan ke sana. Siang itu saya hendak mengisi perut setelah menempuh perjalanan satu jam lebih dari Pangkep. Sembari menikmati semangkuk bakso, saya mengirim pesan ke teman masa SMP yang ingin berjumpa, temu kangen setelah 26 tahun menyampirkan seragam putih biru. Ia menawar ketemuan di sore hari saja karena cuaca sungguh terik, saya sampaikan jika saya harus kembali ke Pangkep menjelang Magrib.    Seringkali memang janji berjumpa atau merencanakan sesuatu kerap menghindari jam-jam terik. Terlebih di sebuah kota besar seperti Makassar. ...

Postingan Terbaru

Lukisan Purba di Kepala Haeruddin

Andai Dulu Cruijff Bilang: Juara Dunia Itu Tidak Gampang

Lima Laga di Fase Grup yang Mengingatkan Kita Pada Tarkam

Paradoks Sains di Tengah Misteri Sepak Bola