Muhammadiyah vz NU di Kampung Kami Tidak Selesai di Meja Makan, Tetapi Diselesaikan di Lain Waktu
Rasa-rasanya sudah lama sekali tidak pernah singgah di mojok.co untuk membaca beberapa tulisan nyeleneh yang serius, atau serius sekaligus lucu. Sejak perang Israel-Amerika versus Iran di bulan Ramadhan tahun ini, saya merasa dunia kehilangan mazhab kelucuannnya. Tak terbayangkan betapa ngerinya. Lalu iseng buka lagi mojok.co dan berjumpa dengan tulisan Thariq Ibrahim tentang perbedaan Muhammadiyah versus NU yang dapat diselesaikan di meja makan ( https://mojok.co/esai/muhammadiyah-vs-nu-di-rumah-kami/2/#google_vignette ). Mulanya saya pikir itu sebuah metafora untuk menyebut hal lain soal perbedaan kedua ormas tersebut yang dapat diselesaikan di meja tambang. Rupanya murni menyangkut menu makan di hari lebaran yang tersaji dalam keluarga beda latar belakang ormas keagamaan. Sampai di situ, persisnya sampai pada persoalan makanan, saya teringat bagaimana perang dingin kaum Muhammdiyah dan NU di kampung saya. Nun jauh di dekade awal 90-an, ketika masih remaja, saya kerap me...



