Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Piala Dunia Kami Dimulai Setelah Panen Musim Kemarau

Di tapak waktu di dekade 90-an, ketika ufuk terbentang di kaki langit barat, di hamparan sawah sehabis panen, di situlah lapangan yang menjadi pembuktian telapak kaki menggilas ketandusan tanah yang perlahan mengering. Lintasan memori tubuh tak lekang oleh waktu. Tidak tertimbun oleh air bah informasi di sosial media. Kerap muncul ketika hajatan Piala Dunia kembali digelar. Kami juga memainkan piala dunia (huruf kecil) dalam selingkaran pertemanan.   KBBI mendefinisikan frasa dunia ke dalam enam bentuk, pada definisi nomor empat diterangkan: lingkungan atau lapangan kehidupan. Seperti itulah Piala Dunia yang kami mainkan. Bagian tepi dari kebudayaan populer yang terselip di koper para perantau Eropa yang mulai berdatangan di bantala Nusantara di akhir abad ke-19.   Tidak semua desa memiliki tanah lapang memainkan sepak bola di waktu sore. Namun, sepak bola terus tumbuh, hanya perlu ditunda sesaat. Menunggu selesainya segala aktivitas agraris. Awal kemarau adalah jeda rutinitas...

Postingan Terbaru

Sejarah Kocak Zaire yang Ditelan Sungai Kongo

Sepanjang Jalan Kanaungan Menuju Sikkodasere Pustaka

Tentang Cerpen yang Melangkahi Waktu