Skip to main content

Seputar Kepergian Teman

Setelah membuka buku catatan harian tahun 2009, saya menemukan rekam waktu soal keberangkatan teman untuk merantau.Berikut ingatan waktu itu:

Pangkep, 15 Maret 2009
Detik ini, serasa waktu yang kulewati terus saja berjalan dengan beberapa kejanggalan yang tentu saja menjadi sesuatu hal yang tidak normal. Tapi sekali lagi itu tak lebih pada sebuah sugesti saja.
Yang pastinya teman akan pergi, yang dalam catatan waktu. Ia menjadi penghibur, pengingat, inspirasi, dan sekaligus pengacau. Serta tak jarang ada konflik yang terus berlanjut. Tapi semuanya indah-inda saja.
Jika ada kejujuran yang mesti kutulis. Saya akan merasakan sepi, teman jalan ke Makassar atau ke tempat lain pasti kurang mengasikan tanpa ia ikut serta. Tawa akan akan hambar, tempat nongkrong akan bisu. Tapi semua ini merupakan keharusan yang kulewati.
Ya, seorang teman bernama Sudirman atau yang akrab dipanggil Sudi, akan pergi ke Timika (Papua) karena ia lulus dalam tes kontrak kerja selama 6 bulan. Ia akan ketemu dengan Dotte, teman nongkrong lainnya di kampung yang sudah lebih dulu angkat koper ke Timika.

Selamat jalan teman, sukses selalu.

Sudirman. Foto diambil dari akun Facebok pribadinya (Soedyk Meno)
 

Comments

  1. demi kesuksesan seorang sahabat mari tetap doakan yg terbaik buat kesuksesan mereka :)

    ReplyDelete
  2. trims ya Sarnisa...uda nginap di kamar bawah,,,ya mari doakan siapapun untuk kesuksesan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cerita Aidit, Dua Kumpulan Cerpen

Fredy S, Politik, dan Kita

Siapa yang kini mengingat Fredy S, penulis roman pop seks kelas wahid yang tak pernah kita ketahui jati dirinya itu. Kita tahu, Fredy S tentu bukan Pramoedya Ananta Toer atau Wiji Thukul, yang mana karya novelis dan penyair ini pernah diharamkan oleh sebuah rezim. Karya Ferdy S tidaklah senaas itu. Namun, cukup bernyalikah Anda mengeja novelnya di tempat umum?

Jelajah Malam dengan Kue Putu di Kota Daeng

Jika anda sering jelajah malam mengelilingi kota Makassar dengan berkendara roda dua atau roda empat, sudah pasti anda pernah melihat penjual kue Putu. Tapi apakah anda pernah singgah dan mencicipinya?. Jika belum, ada baiknya anda segera mencobanya.

Membaca Makna Tugu dan Patung di Ruas Pangkep

Lemari Abdullah Harahap