Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Imajinasi Pendukung, Kegilaan Pelatih, dan Tragedi Pemain

Saya gagal bangun di pukul dua dini hari untuk menghadiri nonton bareng di D’Corner. Dan, hampir saja melewatkan final Piala Eropa andai adik ipar tidak bangun juga. Sabda Sigmund Freud benar. Mimpi itu bawaan alam bawa sadar yang memenuhi sebagian isi kepala. Tertidur di pukul sepuluh malam, saya bermimpi sedang bermain bola.
Ulasan saya, sila klik di sini, mengenai dua tim yang berlaga di final antara Portugal dan Perancis, oleh kawan-kawan dianggapnya saya ini mendukung Perancis. Padahal tidak demikian, dalam ulasan itu saya juga memaparkan sepak terjang Portugal. Lagi pula, saya bukan orang yang mengidolakan satu tim tertentu.
Saya sepakat dengan Zen RS, sepakbola itu sebagai kisah, ulasannya bisa dibaca di sini. Itulah alasan yang mengubah cara pandang saya menonton sepakbola sebagai permainan dan kisah tragik para atlet bola yang bergulat di dalamnya. Dulu memang, saya fans berat Belanda karena di sana ada si Gimbal, Edgar Davids. 
Tidak dimungkiri kalau sepakbola merupakan satu-sa…