Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Wisuda, Impian, dan Di Situ Saya Kadang Merasah Sedih

Sebelumnya, saya ingin menjuduli catatan ini dengan dua pilihan. Pertama, Kampus Jodoh. Kedua, Beberapa Pengakuan Mengapa Saya Kuliah di STAI. Tujuannya, saya ingin menerangkan maksud, bahwa judul pilihan kedua berkaitan erat dengan judul pilihan pertama.
Hanya saja, jika salah satu judul itu saya gunakan, besar kemungkinan tidak digubris, walau sasaran pembacanya, adalah mahasiswa, alumni, dan orang-orang yang berkecimpung di STAI DDI Pangkep. Tepat sekali, Sabtu 28 Februari, merupakan momen paling ditunggu oleh mereka yang telah menuntaskan studi. Wisuda, bro! Alasan inilah sehingga memilih judul pilihan ketiga yang tertera di atas.
Wisuda, proses akhir dari segala jejak menapaki terjalnya jalan perkuliahan. Bagi mahasiswa yang benar-benar melewatinya. Mahasiswa paling idealis pun, saya kira, tak akan melewati prosesi berjalan di antara kerumunan menuju podium menyalami dan menciumi tangan ketua STAI, lalu berfoto bersama kedua orangtua, saudara, atau kerabat. Wuis! Nikmat Tuhan man…

Sejarah Membaca

Saya perlu memulai pengakuan ini dengan ingatan di masa sekolah dasar. Di kelas satu, mengeja nama-nama keluarga Budi, saya kira, merupakan pengalaman komunal pelajaran membaca anak-anak negeri ini di sekolah di bawah lindungan rezim orde baru.
Ibu Dewi, itu panggilan kepada guru kelas. Kulitnya hitam tetapi parasnya manis. Disebutlah ia guru Si hitam manis. Di depan kelas, setiap pagi dari Senin hingga Sabtu, sebelum ia menyapa murid. Ejaan: INI BUDI, INI KAKAK BUDI, INI AYAH BUDI, INI IBU BUDI, sudah tersusun di papan tulis. Selanjutnya, ia akan mengucap: “Anak-anaku sekalian, masih ingat pelajaran membaca kemarin?” Serentaklah murid menjawab: “Masih ingat, ibu!”
Kemudian, dimulailah jalannya lakon. Ibu Dewi akan menunjuk satu-satu murid menuntunnya membaca catatan di papan tulis dengan sebilah kayu di tangannya agar ia bisa berdiri di sisi papan tulis tanpa melekatkan telunjuknya di papan. Kayu itu kadang pula digunakan memukul murid yang lagi bandel atau menghentakkannya di atas mej…

Orang Tua dan Anak-Anak Peliharaan Kuntowijoyo