Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Sepotong Hari dan Satu Malam dalam Lima Penggal Cerita

#1
Desember yang basah, menjelang peralihan tahun 2013 ke 2014 curah hujan meninggi. Pagi itu, Jumat 20 Desember awan hitam menggantung di langit timur Pangkep, Sulawesi Selatan, mengganti fajar yang hangat. Nampaknya hujan akan menguasai pagi. Akh! Itu bukan halangan, peta sudah di tangan dan bekal telah siap. Sejak dua hari sebelumnya janji sudah disepakati, perjalanan mestilah ditempuh. Tekadku.
Badauni AP, anggota divisi advokasi Komite Komunitas Demokrasi Pangkep (KKDP) sudah bersiap dengan sepeda motornya di depan rumah. Ia akan mengantar saya ke bandara Sultan Hasanuddin menuju Jakarta memenuhi undangan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID).
Rinai menjadi prolog menyusuri jalan sebelum menderas di tengah perjalanan. Pandangan terhalang bulir air yang jatuh dari langit itu yang mengharuskan Badauni mengendorkan tarikan pedal gas. Kendaraan melambat bersama pengendara lainnya menembus hujan.
Waktu menunjukkan pukul 08:07 Wita begitu tiba di bandara. Segera saja menuju konter mas…

Si Cantik dari Eka

Pertama kali berjumpa dengan novel Cantik Itu Luka di rak toko buku Insist (Indonesian Society for Social Transformation) di Belimbing Sari, Yogyakarta di tahun 2003. Kala itu, saya dan beberapa kawan dari Makassar melakukan perjalanan ke Jawa Tengah.

Ada empat mahasiswa dan satu siswa dalam perjalanan itu, Sukman, Adi, Mahfud, dan Tini.  Semuanya kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dan, sayalah siswa yang nekat meninggalkan sekolah selama sebulan. Perjalanan ini memang kami rancang dan dipersiapkan secara matang. Kira-kira sebulan bergerilya mencari dana dan saban malam berkumpul guna mengevaluasi dan mendiskusikan agenda.
Tujuan pertama, tentu saja kota Yogyakarta, kami memang membaca banyak buku yang diproduksi dari ibu kota Jawa Tengah itu yang kemudian membuat kami mengenal Mansour Fakih dan Roem Topatimasang. Keduanya pendiri Insist. Itu salah satu agendanya, mengunjungi kantor Insist dan berjumpa dengan kedua tokoh tersebut.
Karena kami menginap di pendopo Insist selam…

Huruf Kecil Aan

Sudahkah Anda baca puisi hari ini? Saya yakin belum.Sudahkah Anda mengecek akun Facebok anda hari ini? Saya yakin selalu.Sudahkah Anda menulis puisi hari ini? Saya yakin belum.Sudahkah Anda mengirim pesan pendek hari ini? Saya yakin sudah puluhan atau bahkan ratusan.Sudahkah Anda membeli buku puisi hari ini? Saya yakin Anda belum punya rencana.Sudahkah Anda memesan makanan cepat saji hari ini? Saya yakin Anda tak mau ketinggalan.
“Buku puisi telah menjadi korban diskriminasi di semua toko buku di dunia,ucap penyair, MAan Mansyur di peluncuruan buku puisinya, Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini di suatu malam di tahun 2011 di cafĂ© Ininnawa di jalan Sultan Hasanuddin, Makassar.
Secara pribadi lama sekali rasanya baru bisa merdeka membaca puisi. Seingat saya, sudah lumayan banyak buku puisi yang saya beli atau saya curi di perpustakaan kemudian saya baca sampai tuntas. Dari lumayan banyak dan pembacaan tuntas itu, tak semuanya berakhir dengan bahagia. Ukuran kebahagiaanya paling tidak me…