Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2012

Dunia yang Dipijak Rupanya Retak

Satu lagi buku kumpulan tulisan dari penulis muda Makassar. Ada lima penulis yangmenyumbangkan 4 hingga 5 judul catatan. Walhasil, semuanya sedang marah. Sangat provokatif, tulis Dul Abdul Rahman yang membubuhkan catatan epilog pada buku yang bertajukJejak Dunia yang Retak ini.
Dunia yang retak itu adalah dunia keseharian yang kita cermati, disaksikan, atau bahkan sedang dijalani. Di sanalah kita diteror, dicacimaki, sekaligus diingatkan. Sungguh mengganggu ketenangan kita yang sejauh ini sedang baik-baik saja hidup di dunia ini. Ketenangan bagi mereka yang tak merenungi kehidupan, Sindir Socrates yang menjadi kutipan perdana dalam buku ini.
Bagi mereka yang selalu melewati lalu lintas dunia komunitas dengan seabrek jadwal diskusi dan kajian. Kemungkinan akan menganggap muatan kumpulan catatan ini adalah pengulangan-pengulangan yang selalu menjadi topik diskusi, dan itu saya kira benar. Sebenar mengatakan kalau kapitalisme adalah agenda rutin yang selalu ingin dilawan. Realitasnya meman…

15 Juli 2011 (Riwayat Hari yang Tumbuh)

Kalau kau datang hatiku senang Berbunga-bunga Bulan dan bintang terangi malam sehabis hujan Saling bicara tukar cerita berbagi rasa Aku di sini tetap di tepi masih bernyanyi Dunia sedang dilanda kalut Alam semesta seperti merintih Kau dengarkan Aku tak bisa untuk tak peduli Hati tersiksa Aku bersumpah untuk berbuat yang aku bisa Harus ada yang dikerjakan agar kehidupan berjalan wajar Hidup hanya sekali wahai kawan Aku tak mau mati dalam keraguan (Iwan Fals. 15 Juli 1996) ***