Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

Anarkisme sebagai Budaya Tanding

Pada dasarnya penyebutan anarkis terhadap suatu kelompok dicirikan dengan sikap pemberontakan dan tidak menuruti kemauan pemerintah. Istilah anarkis sendiri menjadi melebar di telinga dan merayapi benak masyarakat karena propaganda media massa yang turut mengkampanyekan makna anarkis sebagai sebuah tindakan kekerasan, sering merusak fasilitas publik, atau menutup jalan raya. Anehnya lagi, aksi-aksi mahasiswa yang kerap berakhir bentrok dengan aparat juga di sebut sebagai tindakan anarkisme.

Air

Kala melakukan perjalanan antar daerah, tentu kita akan singgah jika merasa lelah, lapar, atau haus. Pilihannya, tentu mencari warung sebagai tempat umum menunaikan hajatan tersebut.
Nah, dari pengalaman itu, pernahkah kita membeli air kemasan? Saya yakin sering! Lalu, pernahkah kita merenungi muasal bisnis pengemasan air yang harganya menyamai bahkan melebihi nilai bahan bakar minyak perliternya. Ya, mungkin topik ini tak pernah menjadi bahan perbincangan. Tetapi sebenarnya, di balik kepraktisan air kemasan yang dikonsumsi sangatlah berkaitan dengan sebuah dominasi dan pengamputasian hubungan sosial.
Vandana Shiva, aktivis perempuan dari India, menceritakan perilaku masyarakat di Rajasthan yang masih merawat hubungan komunal antar warga berupa pembangunan JalMaindirs, gubuk kecil beratap jerami yang menyediakan kendi berisi air dan diperuntukkan bagi siapa saja secara cuma-cuma untuk melepas dahaga. Hal tersebut dilakukan kala musim kemarau melanda. Semangat ini melatarbelakangi lahi…

Berebut Hegemoni di Tonasa

Berdasarkan sejarahnya, PT Semen Tonasa ditetapkan pada 5 Desember 1960 atas keputusan MPRS NoII/MPR 1960. Dimana area produkisi Unit I berlokasi di Desa Tonasa Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Dalam perkembangan selanjutnya untuk memenuihi kebutuhan semen yang semakin meningkat, PT Semen Tonasa melebarkan wilayah produksi Unit II, III, IV, dan sementara dalam proses pembangunan Unit V.

Berhentilah Menyalahkan Mahasiswa

Aksi tawuran yang baru-baru ini terjadi di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatanyang kembali mempertemukan dua kubu purba, Fakultas Teknik dan Fisip, telah memberikan kekecewaan yang mendalam terhadap Civitas Akademika Unhas yang pada saat kejadian tengah mengadakan rangkaian hajatan DiesNatalis yang ke 55 yang mana dihadiri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

BIMP-EAGA dan Asumsi-asumsi Neo Liberalisme

Tentunya ingatan kita masih merekam dengan jelas dan tersimpan rapi di kotak memori setiap anak bangsa yang selalu gelisah melihat praktik model pembangunan ala orba. Dengan semboyan Indonesia tingal menuggu waktu untuk lepas landas menuju era baru. Era dalam bayangan kaum kapitalis merancang dunia baru. Sehingga indonesia dibawah rezim orba harus menganut “agama” develomentalisme sebagai “iman” menuju suatu “kiblat” yang bernama kapitalisme dunia ketiga.

Demokrasi dan Spiral Kekerasan

Tepatlahapa yang dikatakan ekonom peraih nobel di tahun 2001, Joseph Stiglitz, kalau penemuan terbesar umat manusia dimuka bumi ini adalah demokasi. Betapa tidak, demokrasi yang makna harfianya berarti pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat telah menjadi kalimat yang harus dihafal sejak kelas lima sekolah dasar di negeri ini.

3 Idiots dan Perilaku Pendidikan Kita

Suasana dalam kabin pesawat Air India membuka dialog film 3 Idiots dengan adegan Farhan (diperankan RMadavhen) sedang menerima telepon saat pesawat akan lepas landas.
Entah apa isi pembicaraan dalam telepon tersebut, yang pastinya, Farhan sangat gelisah hingga melepas sabuk pengamannya lalu berdiri. Tangan kanannya mendekap dadanya untuk menahan sakit, dan tak lama kemudian ia terjatuh. Melihat itu, pramugari langsung menghubungi pilot kalau ada penumpang yang pingsan. Kemudian dengan sigap pilot langsung melakukan pendaratan darurat.

Jalan terjal itu

H. Yunus Dg Tayang mengayuh sepedahnya dari Limbung, Gowa. Jelas ia mendahului kokok ayam dan meninggalkan anak istrinya di balik lelapnya tidur. Tujuannya jelas, menuju pasar pa’baengbaeng di Jalan Sultan Alauddin Makassar. Ia tiba di sudut jalan dekat kanal depan pasar tradisional itu. Aroma Shubuh masih kuat ketika dagangan sayurnya ia gelas beralaskan tikar. Jarak Limbung ke Makassar sekitar 20 atau 30 Km bahkan lebih.Dari sini bisa dibayangkan jarak yang harus di tempuh untuk menerka jam berapa ia berangkat dari rumahnya.

Keidentitasan dan Mencoba Melawan

Pada dasarnya semua interaksi di muka bumi ini adalah sebuah perlawanan dalam segala bentuk dan mediumnya. Kata perlawanan adalah suatu sistem tanda yang bisa digunakan oleh siapa saja, baik secara individu maupun kelompok. Pengertian kata perlawanan pun mewakili semangat bagi yang mempergunakannya.
Lahirnya kelompok-kelompok masyarakat yang menunjukkan eksistensinya dengan melawan kelompok masyarakat lain adalah salah satu ciri yang menunjukkan gejala dari menguatnya keidentitasan suatu kelompok. Fenomena ini menunjukkan kalau gerakan suatu kelompok adalah suatu gerakan menuju keseragaman. Secara determinis, maka polavisi gerakan sama halnya dengan visi gerak globalisasi yang hendak memproyeksikan keseragaman di muka bumi.

Kembali Bersekolah Kembali Tertindas

Masa peralihan tingkat pendidikan sudah bergulir, di mana mereka yang lulus SLTA kini disibukkan dengan mendaftar ke jenjang yang lebihtinggi (Universitas) untuk menyalurkan minat dan bakat terkait pilihan jurusan yang hendak dikembangkan lebih jauh. Siswa SLTP mencari sekolah menengah atas, lulusan sekolah dasar mencari gedung SLTP, dan anak-anak baru masuk sekolah (SD)
Entah mengapa setiap pendaftaran siswa baru, selalu saja terjadi karut tentang proses pendaftaran. Mulai dari pungutan liar, calo kuota kursi di sekolah unggulan, dan lain sebaginya. Secara alamiah, orang tua dan calon siswa tentunya menginginkan sekolah yang memang menyediakan fasilitas lengkap, atau yang biasa yang disebut dengan sekolah favorit (unggulan). Tetapi sayangnya, hasrat itu harus ditahan karena adanya kuota siswa yang harus diterima. Kemudian ditambah seleksi penerimaan siswa untuk menegaskan kalau sekolah tertentu hanya menampung siswa yang "pintar-pintar" saja.
Realitas ini sebenarnya sudah men…