Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2012

Pembawa Laut

Daratan berjejer di tepian hembusan ombak yang dikuatkan akar pohon kelapa. Berhamparan di atas jangkar berlingkar. Perahu-perahu masih melawan maklumat arus. Sia-sia kelopak mata bersinar binar, namun kilaunya tak menetes. Tetap diam menyerupai benda mati. Sebenarnya kutampakkan padanya kelompok awan di atas sana dan membiarkan berkeliaran di terpa lambaian sayap burung yang beterbangan rindang bagai tak berhenti.
Teruslah mengalir dibukitan jauh serta terjal. Jangan akhiri kisah padanya. Menggulung gelaran-gelaran berdampak hijau bersama terus lajuh tujuan bukan akhir dari pencarian. Tampaklah sekali lagi agar keraguan masih juga betah menunggu datangnya kebenaran pasti.
Bergumul kadang kala dapat melupakan lalapan api pada bara, bersatunya gilas atas rerumputan yang menanti. Dapatkah merangkul dan mendamba harapan. Cerita pernah ada menjalin kisah basih. Muak mengingatnya. Sekejap berhenti, apalagi bakal terjadi embrio pemberontakan
Bertanya-tanya dikilasan pada lintas akhir sebuah z…

Hasil Kecerewetan (Kumpulan Pertanyaan yang Masih Butuh Jawaban)

# 1

Meninggalkan tempat yang sudah menjadi hasil kreasi sendiri, harus kuakui teramat sulit. Di suatu tempat yang orang sepakat menyebutnya kota. Sebenarnya kota itu diperuntukkan bagi siapa saja yang mau menghuninya. Tapi sejak meminta tuntutan, maka, ya, sudahlah.
Hingga akhirnya kuakui juga, kalau kota itu segera kutinggalkan, harus kuakui pula kalau alasan utamanya terkait situasi ekonomi dan alasan-alasan lain yang tak kalah ruwetnya untuk kuhadapi. Saya sudah kalah, tetapi saya melewatinya dalam kompetisi yang ketat. Kekalahan ini mengatakan kalau saya bukan pecundang.
Selanjutnya telah kupersiapkan kembali sejumlah amunisi yang kucuri dari gudang musuh yang pernah menaklukkanku. Saya masih ingat betul situasi kekalahanku yang terakhir. Di sebuah bangunan yang bernama sekolah, di tempat itulah saya tak kuat bernafas lalu pingsan. Saat tersadar, tubuhku sudah terbaring lemah di luar pagar.
# 2
Terkadang saya tak mampu membangunkan diri sendiri dari kamar tidur. Banyak mengeluarkan ka…

Kelompok Awan Masih juga Lelap dalam Tidur

Tak karuan. Begitu saya menyebutnya pada obrolan tak bertepi di tepi jalan depan rumah. Benar kata Karl Marx: “Bukan kesadarannya yang menentukan, tetapi situasi sosialnyalah yang jadi penentu”.
Menyaksikan itu setiap hari, teringat juga ucapan Seno Gumira Adji Darma: “Masyarakat kita memang bebas dari buta huruf. Tetapi mereka membaca kalau ada potongan harga di toko, mereka membaca kalau sedang mencari alamat, dan mereka membaca jika hendak melihat loker di koran.”
Masih terus kujejali walau kadang kala tak paham dengan apa yang dibahas. Kucari terus akar masalahnya sampai mendung bersama gelegar petir membangunkan tidur rumput di halaman. Entah apa yang singgah di benak saat itu, tiba-tiba kubernyanyi tanpa judul. Bunyi-bunyian keluar begitu saja tanpa jeda untuk berfikir. Dan, lagi-lagi mereka berdendang merapal mantra.
Pada hari ini masih terdiam dalam bentuk paling kaku usai menghabiskan film di televisi. Kucerna terus lalu kusimpulkan. Film itu ada kaitannya dengan kampanye privat…