Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2012

Nasib Program 9 gratis Pasca Wafatnya Bupati Pangkep

-->

Drama Bulan Juni 2010

-->

Drama itu berjudul Pilkada dan Piala Dunia, karena bulan juni 2010 lalu merupakan bulan yang paling ditunggu-tungu oleh pasangan kandidat di sepuluh Kabupaten di Sulawesi Selatan yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah.

Siapa Mengingat Kita, Catatan yang Lupa Buat Teman-teman PPIM (Bagian 6)

Satu hal yang telah dibuat PPIM, yaitu aksi long march yang tertib sepanjang dua kilo meter yang dipadati pelajar dari pelbagai sekolah di Makassar” Awal

Ingatlah Kawan Kita pernah Berpeluh Cacian[1]
Lagu ini sepertinya mewakili kita semua. Tak dimungkiri kalau dalam kebersamaan yang singkat di PPIM kita membangun ruang merindu sekaligus merancang cacian[2] dalam membangun sejarah kita. Sejarah yang kelak membuat kita sulit melupakan satu sama lain.

Kak Iqbal berujar saat evaluasi sehari usai longmarch. “Bisa dibayangkan di depan meja redaksi Kompas, ada puluhan bahkan ribuan gambar yang bersaing untuk tampil di halaman depan koran nomor satu itu. Dan, kalian PPIM telah menyisihkan gambar yang lain.[3]Selain media cetak, Trans7[4] juga merekan gambar aksi pelajar Makassar secara live selama sebelas menit. Dan, saya kira SCTV pun demikian[5].
Mengenang Arif[6]
Kawan, sampai di mana k

Siapa Mengingat Kita, Catatan yang Lupa Buat Teman-teman PPIM (Bagian 5)

Setelah beberapa hari berusaha mengumpulkan bahan melanjutkan seri catatan PPIM, namun bagian ke lima belum juga rampung, Anton sudah menagih, tetapi saya katakan kalau sungguh kehabisan bahan, semangat, dan ide. Dan hari ini tepat pada pukul 12:11 bagian ke 5 harus lahir dengan rupa yang beda dengan empat catatan sebelumnya. Tiba-tiba saja saya teringat buku catatan harian dimana saya sering menulis puisi di awal pagi di kota Sorong, Papua Barat. Saya menemukan puisi bertarikh 19 Agustus 2005 ini memang untuk merekam narasi tahun 2003. Semoga catatan bagian ke enam akan lebih panjang lagi.


Kalender 2003 -buat teman PPIM

Apa yang mengingatku dan siapa! Segumpal ocehan sudah berbaur basi karena teriakan yang tidak dianggap Itu bukan dusta karena terekam pasti dan tak berubah dengan makna awalnya. Kelak diingat dengan macam perasangka. Kecurigaan bisa saja menyertainya. Ubahlah kekosongan kota angin yang berhembus membawa kesesakan Kita berbicara dan membicarakan, kita diingat dan dibicaraka…

Emak dan Anak Ayam

Mengakumulasi ingatan dari kecil hingga sekarang tentang kisah, sosok, rasa, dan macam-macamnya seputar emak. Sungguhlah teramat banyak. Sebagai anak lelaki bungsu dari 12 bersaudara (tiga wafat), tentunya saya anak terakhir yang memperoleh bimbingan, ajaran, dan pengawasan yang boleh dibilang serba sedikit.
Hal ini saya ketahui dari cerita saudara dan dari emak sendiri. Situasi saat itu sangat wajar karena emak seorang pattekeng yang menjelajahi beberapa desa. Itu dilakukan untuk menutupi belanja sehari-hari kebutuhan keluarga. Emak memiliki rekan kerja yang amat luas untuk mengambil barang dan kemudian dijual kembali. Beberapa di antaranya masih dapat saya kenali meski saya lupa namanya.
Hal yang saya ingat dari aktifitas emak. Adalah sepasang baju menggunakan kancing buka tutup. Saya tentu saja senang dengan baju itu, selain karena jenis kancingnya yang memudahkan saya untuk memakainya. Juga karena motifnya yang tak ada samanya dengan anak-anak sebayaku saat itu. Hebatnya lagi, baju …