Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2012

Siapa Mengingat Kita, Catatan yang Lupa Buat Teman-teman PPIM (Bagian 4)

Kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri
Bim




Saya hampir sakau memaksa otak untuk bekerja lebih giat lagi, lebih keras, dan tekun untuk mengais sisa-sisa ingatan yang tertinggal di tahun 2003 silam. Bagaimana pun juga bagian keempat ini harus tuntas. Seolah sedang mengerjakan skripsi, saya sepertinya dikejar target meski belum semua teman-teman di grup Facebook memberikan komentar, kritik dan apresiasinya.
Sampai disini, saya jadi teringat dengan suatu kejadian kala mengurus outbond di Bantimurung. Keputusan rapat persiapan menyimpulkan bila program ini memerlukan sokongan bantuan dari pihak Pemerinta Daerah (Pemda) Maros. Kak Iqbal selalu mengingatkan kalau pada dasarnya orang enggan memberikan bantuan berupa uang, tetapi lain haljika menyangkut makanan.

Maka berangkatlah saya dengan Anas, dari SMU Ngeri 5 ke Maros untuk memasukkan proposal bantuan dana. Hari pertama jelas saja tidak bertemu dengan Bupati. Seingat saya, Bim dan Jamil juga pernah terlibat untuk urusan ini. Mungkin …

Siapa Mengingat Kita, Catatan yang Lupa Buat Teman-teman PPIM (Bagian 3)

Sayap saya tertinggal di PPIM yang membuat saya tidak bisa terbang tinggi di dunia kemahasiswaan
Anton 

Pelajar, Kekasih yang Terkasih
Sebelum membahas slogan di atas, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman bermimpi di PPIM yang memberikan tanggapan,apresiasi,dan kritik atas pembacaan dua catatan ingatan saya sebelumnya. Jujur, kawan. Saya sangat bahagia akan semua itu.
Jamil menjadi penanggap pertama dengan megungkapkanharunya, Awal memberi catatan tambahan terkait sejarah longmarch sewaktu aksi, Bim juga memberikan responsnya dan mengingatkan agar kita jangan begitu terlena dengan kejadian masa lalu. Ia menawarakan agar masa kekinian kita aktual kembali (Kedua tanggapan ini masing-masing diposkan di blog). Lalu seperti dugaan awal saya sebelumnya, Anton akan memberikan tanggapan panjang, kritik, sekaligus apresiasi. Memang inilah yang saya tunggu.
Sekali lagi kawan-kawan, saya tak memiliki hajatan untuk membangun ruang agar kita …